Posts tagged Pengertian Op-Amp

Penguat Operasional Lanjutan – Episode 3 (End)

     3.  Integrator

Rangkaian integrator op-amp ini juga berasal dari rangkaian inverting dengan tahanan

umpan baliknya diganti dengan kapasitor. Proses perhitungannya sebagai berikut:

i1 = Ib + if ,    Ib bisa diabaikan karena nilainya sangat kecil banget, maka bisa dikatakan

i1 hampir sama nilainya dengan if.

Arus pada kapasitor adalah ic = C (d vc / dt) yang sama dengan iF , sehingga

Karena  v1 = v2 = 0, karena penguatan A terlalu besar, sehingga :

Sehingga persamaannya menjadi :

Batas frekuensi yang dilalui oleh capasitor dalam rangkaian integrator adalah Read the rest of this entry »

Comments (1) »

Penguat Operasional Lanjutan – Episode 2

Setelah sebelumnya saya menyebutkan bahwa ada 4 konfigurasi Op – Amp di postingan sebelumnya, maka di postingan ini saya menjabarkan ke-empat konfigurasinya.

  1. Inverting

Rangkaian gambar diatas adalah salah satu dari rangkaian op-amp yang seringkali digunakan. Rangkaian tersebut adalah rangkaian penguat (amplifier) dengan penguatan loop-tertutup (closed loop) dari Ei ke Vo yang diberikan oleh hambatan input (Ri) dan hambatan umpan balik (Rf). Rangkaian penguat ini dapat menguatkan sinyal ac atau dc.

Pada gambar tersebut tegangan Ei dicatu pada hambatan input (Ri) ke input (-) op-amp. Umpan-balik negatif diberikan oleh hambatan umpan balik (Rf). Tegangan antara input (-) dan (+) adalah sama dengan nol. Oleh karena itu tegangan terminal input (-) juga sama dengan nol. Sehingga potensial ground adalah pada input (-). Dengan alasan ini dikatakan bahwa input (-) adalah virtual ground.

Karena sisi kiri dari hambatan input (Ri) adalah Ei dan sisi sebelah kanannya adalah 0 Volt, maka drop tegangan pada Ri adalah Ei. Dengan menggunakan hokum Ohm, arus yang melalui Ri adalah :                   I = Ei / Ri

Drop tegangan yang melalui Rf adalah : Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Penguat Operasional Lanjutan – Episode 1

Kali ini akan saya jelaskan pengertian Penguat Operasional itu sendiri ..

Pengertian Op-Amp (Operasional Amplifiers):

Op-Amp (Operasional Amplifiers) merupakan sejenis IC (Integrated Circuit).

Di dalamnya terdapat suatu rangkaian elektronik yang terdiri atas beberapa transistor, resistor dan atau dioda. Jikalau kepada IC (Integrated Circuit) jenis ini ditambahkan suatu jenis rangkaian, masukkan dan suatu jenis rangkaian umpan balik, maka IC (Integrated Circuit) ini dapat dipakai untuk mengerjakan berbagai operasi matematika, seperti menjumlah, mengurangi, membagi, mengali, mengintegrasi, dsb. Oleh karena itu IC (Integrated Circuit) jenis ini dinamakan penguat operasi atau operasional amplifier, disingkat Op-Amp (Operasional Amplifiers). namun demikian Op-Amp dapat pula dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misalnya sebagai Amplifier , penguat audio, pengatur nada, osilator atau pembangkit gelombang, sensor circuit, dll.

Op-Amp banyak disukai karena faktor penguatannya mencapai 99.999 kali.

penguat operasional

Gambar OpAmp (Operasional Amplifiers)

Pengembangan rangkaian terpadu IC (Integrated Circuit) luar telah ada sejak tahun 1960, pertama telah dikembangkan pada “ chip “ silikon tunggal. Rangkaian terpadu itu merupakan susunan antara transistor, dioda sebagai penguat beda dan pasangna Darlington.

Konfigurasi Op-Amp (Operasional Amplifiers) :

  1. Inverting
  2. Non-Inverting
  3. Integrator
  4. Differensiator

Ada dua aturan penting dalam melakukan analisa rangkaian op-amp berdasarkan karakteristik op-amp ideal. Aturan ini dalam beberapa literatur dinamakan golden rule, yaitu :

  • Aturan 1 : Perbedaan tegangan antara input v+ dan v- adalah nol [(v+)-(v-)=0 atau (v+)=(v-)]
  • Aturan 2 : Arus pada input Op-amp adalah nol (i+ = i- = 0)

Inilah dua aturan penting op-amp ideal yang digunakan untuk menganalisa rangkaian op-amp

Comments (4) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.